Tampilkan postingan dengan label jalan rel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jalan rel. Tampilkan semua postingan

MASALAH PADA BALAS DAN PENANGANANNYA

MASALAH PADA BALAS DAN PENANGANANNYA

Beberapa masalah teknik yang sering ditemui pada lapisan balas ialah :

  1. Penurunan balas,
  2. Berkurangnya sifat kenyal dan permeabilitas lapisan balas, dan
  3. Terjadinya kantong balas
  4. Terjadinya Mud Pumping (Pemompaan Lumpur)

Pembebanan pada rangkaian rel kereta api menyebabkan :

  1. Bahan balas saling gesek yang menyebabakan bahan balas aus sehingga volume berkurang dan tebal balas berkurang sehingga terjadi penurunan pada balas
  2. Berkurangnya rongga-rongga antar partikel akibat volume balas yang semakin berkurang (volume balas makin padat) dapat menyebabkan berkurangnya permeabilitas lapisan balas sehingga air tidak mudah mengalir, dan balas menjadi tidak kenyal (sering disebut dengan “Balas Mati”).

3. Akibat dari berkurangnya tebal balas maka tanah dasar akan menerima beban yang lebih besar dari keadaan semula sehingga balas tanah dasar mengalami penurunan dan membentuk kantong balas yang searah dengan rel

  1. Pada saat musim hujan pada kantong balas akan terjadi Mud Pumping (Pemompaan Lumpur/partikel halus) sebagai akibat dari penumpukan air yang ada di kantong balas.

Masalah keruntuhan jalan rel akibat kantong balas dapat ditangani dengan beberapa alternative (tergantung dari penyebabnya), yang dapat dikelompokkan pada dua hal, yaitu :

  1. Penanganan pada perancangan
  2. Penanganan pada tahap pemeliharaan jalan rel

Untuk mengatasi masalah-masalah pada balas seperti tersebut di atas, pada perancangan balas jalan rel dapat diambil langkah sebagai berikut :

  1. Tanah dasar harus benar-benar memenuhi persyaratan sebagai tanah dasar
  2. Pembuatan fasilitas drainase melintang pada tempat-tempat yang memerlukan.
  3. Penggunaan geosintetik
  4. Penggunaan cara “eastern Region”
Pertanyaan seputar balas .......

1. Apa saja masalah yang ditemui pada lapisan balas?

2. Apa pengaruhnya jika volume dan tebal balas berkurang?

3. Bagaimana cara supaya balas tidak mengalami penurunan?



BALAS DAN JENIS BALAS

Balas adalah bagian dari lapisan jalan kereta api dimana bantalan rel ditempatkan dan terletak diatas lapisan tanah dasar.

Fungsi :

  1. Meneruskan dan menyebarkan beban yang diterima bantalan ketanah dasar
  2. Mencegah/menahan bergesernya bantalan dan rel baik kearah membujur (akibat gaya rem, jejakan pada rel, kembang susut rel karena perubahan suhu udara) maupun arah melintang akibat gaya lateral.
  3. Sebagai drainase agar tidak terjadi genangan air disekitar bantalan rel.

Ketebalan Lapisan Balas

Pada tanah dasar yang mempunyai kuat dukung yang tinggi, tidak diperlukan ketebalan balas setebal balas di atas tanah lunak. Pada balas yang menerima beban ringan cukup menggunakan balas yang relatif tipis dibandingkan dengan balas yang harus menerima beban yang besar.

Dengan demikian ketebalan lapsian balas yang diperlukan rtergantung :

  1. kuat dukung tanah dasar badan jalan rell
  2. Beban roda kereta api
  3. Kecepatan kereta api
  4. Bahan balas

Jika bantalan diletakkan langsung di atas tanah dasar tanpa balas, tanah di bawah bantalan dan juga bantalnnya akan cepat rusak akibat sentakan-sentakan oleh beban dinamis yang berasal dari kereta api yang berjalan di atasnya Rusaknya tanah dasar dan bantalan akan menyebabkan kedudukan sepur tidak stabil. Kerusakan yang terjadi akan akan semakin cepat dan besar sewaktu turun hujan yang dapat mengakibatkan lunaknya tanah dasar badan jalan rel. dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa lapisan balas tetap diperlukan untuk segala jenis tanah dasar badan jalan rel.

Balas terdiri atas dua bagian, yaitu :
1. Balas atas
2. Balas bawah

  1. Balas atas

Balas atas terdiri dari batu pecah yang keras, bersudut tajam (angular), tahan lama, tidak cepat aus oleh beban, dan tahan terhadap cuaca serta bergradasi baik. Hal ini dimaksudkan untuk menahan beban dinamis yang berat yang berasal dari kereta api yang berjalan di atas rel. Lapisan balas atas akan mengalami tegangan yang sangat besar, oleh karena itu bahan pembentuknya harus baik.

2. Balas bawah

Lapisan balas bawah terdiri dari kerikil halus, kerikil sedang atau pasir kasar yang memenuhi syarat–syarat yang tercantum dalam Peraturan Bahan Jalan rel Indonesia (PBJRI). Balas bawah berfungsi sebagai lapisan penyaring (filter) antara tanah dasar dan lapisan balas atas dan harus dapat mengalirkan air dengan baik. Tebal minimum lapisan balas bawah adalah 15 cm.

STRUKTUR JALAN REL

STRUKTUR JALAN REL

Stasiun Kereta Api, adalah tempat di mana para penumpang dan barang dapat naik-turun dalam memakai sarana transportasi kereta api. Selain stasiun, pada masa lalu dikenal juga dengan halte kereta api yang memiliki fungsi nyaris sama dengan stasiun kereta api. Stasiun kereta api umumnya terdiri atas tempat penjualan tiket, peron atau ruang tunggu, ruang kepala stasiun, dan ruang PPKA (Pengatur Perjalanan Kereta Api) beserta peralatannya, seperti sinyal, wesel (alat pemindah jalur), telepon, telegraf, dan lain sebagainya.

Stasiun besar biasanya diberi perlengkapan yang lebih banyak daripada stasiun kecil untuk menunjang kenyamanan penumpang maupun calon penumpang kereta api, seperti ruang tunggu, restoran, toilet, mushalla, area parkir, sarana keamanan (polisi khusus kereta api), sarana komunikasi, depo lokomotif, dan sarana pengisian bahan bakar. Pada papan nama stasiun yang dibangun pada zaman Belanda, umumnya dilengkapi dengan ukuran ketinggian rata-rata wilayah itu dari permukaan laut, misalnya Stasiun Bandung di bawahnya ada tulisan plus-minus 709 meter.

Pada umumnya, stasiun kecil memiliki tiga jalur rel kereta api yang menyatu pada ujung-ujungnya. Penyatuan jalur-jalur tersebut diatur dengan alat pemindah jalur yang dikendalikan dari ruang PPKA. Selain sebagai tempat pemberhentian kereta api, stasiun juga berfungsi bila terjadi persimpangan antar kereta api sementara jalur lainnya digunakan untuk keperluan cadangan dan langsir. Pada stasiun besar, umumnya memiliki lebih dari 4 jalur yang juga berguna untuk keperluan langsir. Pada halte umumnya tidak diberi jalur tambahan serta percabangan. Pada masa lalu, setiap stasiun memiliki pompa dan tangki air serta jembatan putar yang dibutuhkan pada masa kereta api masih ditarik oleh lokomotif uap.

Karena keberadaan stasiun kereta api umumnya bersamaan dengan keberadaan sarana kereta api di Indonesia yang dibangun pada masa zaman Belanda, maka kebanyakan stasiun kereta api merupakan bangunan lama yang dibangun pada masa itu. Sebagian direstorasi dan diperluas, sedangkan sebagian yang lain ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya. Kebanyakan kota besar, kota kabupaten, dan bahkan kecamatan di Jawa dihubungkan dengan jalur kereta api sehingga di kota-kota tersebut selalu dilengkapi dengan stasiun kereta api.

Rel pada jalan rel mempunyai fungsi sebagai pijakan menggelindingnya roda kereta api dan untuk meneruskan beban dari roda kereta api kepada bantalan. Rel ditumpu oleh bantalan-bantalan, sehingga rel merupakan batang yang ditumpu oleh penumpu-penumpu. Pada sistem tumpuan yang demikian, tekanan tegak lurus dari roda menyebabkan momen lentur pada rel di antara bantalan-bantalan. Selain itu, gaya arah horizontal yang disebabkan oleh gaya angin, goyangan kereta api, dan gaya sentrifugal (pada rel sebelah luar) menyebabkan terjadinya momen lentur arah horizontal.

Rel Kereta, digunakan pada jalur kereta api. Rel mengarahkan/memandu kereta api tanpa memerlukan pengendalian. Rel merupakan dua batang rel kaku yang sama panjang dipasang pada bantalan sebagai dasar landasan. Rel-rel tersebut diikat pada bantalan dengan menggunakan paku rel, sekrup, penambat, atau penambat e (seperti penambat Pandrol). Jenis penambat yang digunakan bergantung kepada jenis bantalan yang digunakan. paku ulir atau paku penambat digunakan pada bantalan kayu, sedangkan penambat e digunakan untuk bantalan beton atau semen.

Rel biasanya dipasang di atas badan jalan yang dilapis dengan batu kericak atau dikenal sebagai Balast. Balast berfungsi pada rel kereta api untuk meredam getaran dan lenturan rel akibat beratnya kereta api. Untuk menyeberangi jembatan, digunakan bantalan kayu yang lebih elastis ketimbang bantalan beton.


Total Tayangan Halaman

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Labels

Blogger templates